Happy Reading 🌙 Sonya masuk ke dalam rumah besar itu saat jam makan malam sudah lewat jauh. Langit di luar masih meneteskan sisa hujan, sementara udara di ruang tamu terasa lembap dan penuh tekanan. Langkahnya pelan, menyeret, seperti seseorang yang kehilangan semangat hidup. Rambutnya kusut, menempel di pipi, baju putihnya kusut dan sedikit kotor seolah habis bertengkar dengan dunia. Tas yang dijinjingnya terkulai lemah di tangan kanan, dan mata sayunya terlihat kosong, tanpa arah. Begitu pintu tertutup, suara langkah sepatu hak tinggi bergema dari arah tangga marmer yang spiral. "Sonya!!" suara tajam itu menggema, memecah keheningan malam. Teriakan itu milik Bertha Ignacio, ibunya — wanita anggun yang masih tampak muda di usia hampir lima puluh, tapi dengan sorot mata tajam seperti

