Happy Reading. "Tapi sayang, aku sudah sangat merindukanmu!" Levina benar-benar masih syok dengan permintaan Roni yang menginginkan bercinta dengannya. ‘Benar-benar pria berotak m***m!!’ batin Levina risih, melihat Roni yang sejak tadi memandangnya dengan tatapan memuja, seolah wanita itu adalah satu-satunya hal berharga di dunia ini. “Nanti dulu, Roni,” ujar Levina, berusaha menetralkan ketakutannya yang mulai naik ke ubun-ubun. Jujur saja, saat ini dia amat takut kalau-kalau Roni akan memaksanya. Pria itu bisa saja berubah tiba-tiba, dan Levina tahu betul betapa cepat amarah Roni meledak bila keinginannya tak dituruti. Ia harus tetap tenang dan berpikir agar Roni tidak curiga dengan rencana yang sebenarnya sedang ia susun. “Kenapa, Levina? Apa kamu masih ragu denganku? Aku kan suda

