33. Perubahan Sikap

1165 Kata

Mobil mewah berwarna hitam itu membawa Helva yang duduk bersebelahan dengan Leviana. Seorang sopir dan seorang bodyguard laki-laki duduk tegap di kabin depan. Sementara di belakang, Helva duduk tegang, menatap jalanan malam yang masih ramai oleh orang-orang. Pada malam Minggu seperti sekarang itu jalanan selalu ramai dipenuhi muda mudi yang berkencan. Helva tidak tertarik sejujurnya, hanya ingin rebah di kasur dengan rileks sebab area perutnya terasa begitu kencang, kram akibat hari pertama menstruasi tapi sepertinya dia harus menahan diri demi calon mertua. Tapi untungnya bagi Helva yang hanya mengalami kram di perut, tidak menimbulkan break out di wajah. Hanya moodya yang berubah-ubah. “Risty, menyebalkan, bukan?” Sontak saja Helva menoleh cepat ke arah Leviana. Memastikan bahwa wan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN