Selama tiga hari Daniel pergi dinas ke luar kota bersama Alby. Helva tetap masuk kantor, mengawasi, mengerjakan tugas, dan membuat laporan. “Sialan. Semakin parah saja,” gumam Helva melihat laporan keuangan yang mulai menyusut kian banyak. “Jika seperti ini terus, aku harus memberi tahu Daniel,” lanjutnya dengan dahi mengerut. Dia cemas. Tapi ternyata, peringatan itu mulai berlaku. Helva menyadarinya juga. Dia bekerja keras mengumpulkan laporan tidak hanya dari keuangan, tapi juga dari yang lainnya. Tiga hari tanpa Daniel, dan masalah di kantor semakin mencuat saja. Sepertinya, musuh tahu kalau sang pangeran tidak ada di tempat jadi akan lebih mudah membuat suatu tekanan berubi. Helva bahkan mengurangi jatah kunjungannya ke rumah sakit tempat ibunya dirawat, hanya sesekali menerima l

