Cakra bersandar di sofa dengan santai, kedua matanya menatap panas seolah-olah dia ingin mengunci mangsanya, Wulan. Sosok Wulan membuat Cakra tunduk dan tidak bisa berpaling ke arah lain. Begitu cantik, seksi, imut, dan sangat menarik. Banyak hal spesial ada di dalam sosok Wulan, Cakra bahkan mengakuinya dengan jujur. Dia tertarik dan jatuh cinta. Cukup lama Cakra mengambil waktu kemudian dia memberikan jawabannya pada Wulan. “Tentu saja.” Jawabnya pada Wulan. Wulan berjalan mendekat, naik ke atas kedua pahanya, tubuhnya dengan pakaian dalam berenda hitam begitu dekat dengan tubuh Cakra. Aroma tubuh Wulan samar telah masuk ke dalam indera penciuman Cakra. Cakra tidak bisa menahan dirinya, dia menarik lepas tali pada pakaian dalam pada kedua sisi pinggang Wulan. Menutupi area intim bagi