74. Hanya Masa lalu

1245 Kata

Apa yang terjadi kemudian di luar dugaan Wulan. Tidak tahu bagaimana menggambarkannya, dan itu membuatnya sedikit bahagia. Karena semua orang memusatkan perhatian mereka pada Farida yang bersandar pada badan mobil di lantai bawah, Cakra di kantor mengirimi Wulan pesan chat pada Wulan. “Ada makan malam, mau ikut pergi bersamaku? Bersenang-senang dengan seorang teman.” Wulan menatap chat Cakra sejenak, lalu mengetik di atas keyboard layar ponselnya, beberapa saat kemudian menghapusnya, hingga akhirnya dia menulis. “Aku akan ikut pergi, apakah itu pantas?” Tanya pada pesannya. Wulan ragu, jujur dalam hatinya merasa sangat bimbang. Dia tidak bisa langsung menyetujuinya meski Cakra memberikan ruang untuk dirinya. “Kenapa tidak pantas?” Tanya Cakra pada Wulan. “Lagi pula kamu pergi den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN