Terkadang manusia lupa jika apa yang membuat ia bahagia, ternyata mampu membuat orang lain terluka. Ia justru menikmati perasaan terluka itu dan seolah tak peduli sekalipun tahu jika itu salah. Kinanti memang belum mengenal Anita. Ia hanya bertemu beberapa kali dengan Anita. Namun apa yang wanita itu minta benar-benar tidak masuk akal. Bagaimana mungkin meminta Althaf berpura-pura sebagai papanya Saskia. Itu sama saja dengan pembodohan untuk anaknya sendiri. Dan lagi Althaf memiliki istri, tidakkah ia memikirkan perasaan istrinya? Kinanti menghela napas panjang. Ditatapnya wajah tampan Althaf. "Dan abang begitu saja mengikuti keinginannya Anita?" Melihat Althaf terdiam, Kinanti menggeleng. "Aku tahu bang, aku belum bisa memberikan keturunan pada abang. Aku tahu abang dan keluarga a