"Gak!" Penolakan lantang itu terdengar dari mulut Diah. "Itu gak mungkin! Dia keponakan loe! Bukan istri loe!" Tolaknya kekeuh yang hanya dijawab Noura dengan senyum mengejek. Rayyan tidak mengatakan apapun. Pria itu malah meninggalkan kantin begitu saja menyisakan kekacauan yang kini harus Silvania selesaikan. Noura melepaskan dirinya dari security yang menahannya. Mengingat statusnya yang merupakan anak rektor, tentu saja sang security melepaskannya. Sementara Diah berbeda. Wanita itu setengah diseret dalam keadaan tangan dipiting oleh security dan keempatnya kini berjalan mengikuti Rayyan meninggalkan kantin. Semua mahasiswa yang ada di sana kini menatap Silvania dengan beragam ekspresi. Namun Silvania memilih untuk mengabaikannya. Ia lebih fokus untuk bicara pada Wulan yang kini te