Brian duduknya dan bersandar pada kepala tempat tidur sambil tangannya memijat kepalaku. Sejak kami berhenti bertengkar dia melakukan itu sementara aku memejamkan mata dan rebah di pundaknya. Ia juga bernyanyi untukku suara Brian bagus sekali aku akui itu dibandingkan Saga yang tak bisa bernyanyi tapi, Saga pandai sekali membuat lagu. "Badan Lo demam tinggi. Cek ke dokter aja yuk?" Aku menggeleng, "Gue udah minum obat yang biasa gue minum kalau flu gini. Seharian kemarin Lo ngapain?" "Hmm, di studio aja gue nyelesaikan lagunya Gadis. Dia minta dibuatin lagu." "Dia cocok sama lagu buatan Lo berarti." "Lagu yang dibuat Saga, yang dinyanyiin sama Gadis sukses sih menurut gue. Tapi, gue enggak yakin ini bakal sama suksesnya kalau gue yang bikin," kata Brian lagi-lagi dia enggak percaya d

