"Stop Bri!" Aku mendorongnya, merapikan pakaian dan berdiri bahaya banget di sini sama Brian. Brian berdiri menahanku, "Sorry, maafin gue Res." Aku tau kami sama-sama dewasa dan memang aku sempat larut tak semua salahnya. Hanya ... Harusnya ia bisa menahan itu kan? Ya, bukan hanya Brian tapi, aku juga salah dalam hal ini. "Tidur deh Bri. Night." "Lo maafin gue kan?" Aku mengangguk singkat. "Jangan ulangin, cukup banget gue ngerasa jadi murahan gini." "Hey, jangan ngomong gitu gue minta maaf." Aku segera kembali ke kamar malas juga di sini lama-lama. Apa sih yang ada di otakku tadi? Sumpah enggak ngerti sama diri sendiri bisa aja hanyut sama stimulus kaya tadi. Aku bergegas masuk kamar setelah mencuci wajah aku rebah di samping Nay. Sementara Kay sudah pulas di tempat tidur sebelah

