Special Chapter

1977 Kata

Juan membuka pelan pintu apartemennya sambil berjalan gontai ke kursi terdekat untuk sekedar melepaskan sedikit rasa lelahnya. Sudah hampir pukul dua belas malam, lebih larut sedikit dibanding malam-malam sebelumnya. Akhir-akhir ini Juan benar-benar tenggelam dalam kesibukannya dalam bekerja, tak ada waktu senggang sedikitpun bahkan sekedar berkomunikasi yang baik dengan wanita yang memiliki posisi sebagai isterinya. Bukannya tidak peduli, malah Juan kadang merasa tidak tega melihat Jeni yang sering menungguinya pulang, padahal dia sendiri juga memiliki kesibukan di siang hari. Tak jarang Juan menemukan wanita itu tertidur di depan televisi yang masih menyala, di atas sofa dengan posisi duduk, bahkan di atas meja makan dengan makanan yang terhidang dihadapannya. Disaat sepe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN