Jeni melirik Juan yang kini telah menelungkupkan sendoknya pertanda ia telah menghabiskan makan malam dan kini sedang meneggak air di gelas sampai habis sedangkan Jeni bahkan belum menghabiskan setengah makanannya. "Kok makannya cepet banget sih mas?" "Bukan aku yang cepet tapi kamu yang dari tadi makannya lambat banget," balas Juan melihat piring Jeni. Jeni menghembuskan nafas pelan meletakkan sendoknya, "aku males makan sebenarnya," "Kenapa? Makanan yang kamu buat enak kok," "Iya tapi malas," "Jangan mubazir, ayo habisin, katanya tadi siang juga gak makan," suruh Juan lagi karena saat ia baru pulang entah kenapa Jeni mengadukan hal itu padanya. "Suapin," pinta Jeni dengan wajah memohon pada Juan. "Eh?" Juan kaget karena sikap Jeni yang terkesan aneh. "Ayoooo, tangan ak