Febian menatap hampa kamar kosong yang semula ditempati Lita. Tidak ada barang yang tersisa, yang ada hanya harum tubuh wanita yang pernah dekat dengannya dan selalu mengutarakan isi hatinya tanpa pernah meminta balasan lebih dari Febian. Lita adalah malaikat penolong sesungguhnya, ia berani mengorbankan nyawanya sendiri hanya untuk menolong Nadira dan mungkin juga karena ucapan Febian tempo hari yang membuat hati Lita begitu tersakiti. "Ya Tuhan." Febian mengguyar rambutnya ke belakang, "Apa yang sudah kulakukan padanya." Gumamnya pelan. Menyesal tidak akan merubah apapun, karena Lita kini sudah pergi menyisakan ruang kosong dihati Febian. Sementara Febian menyesali kepergian Lita, berbeda dengan apa yang terjadi di kamar tempat Nadira dirawat. Denis, Dini dan juga Sarah berdiri mengel