"Suapan terakhir." "Tapi, aku kenyang." Rengek Nadira menolak suapan terakhir dari Denis. "Sedikit lagi," Denis tetap membujuk agar wanita dihadapannya itu mau menghabiskan sarapan pagi yang sudah terlewat satu jam lalu. "Jauh-jauh aku beli, tapi malah gak di habis." Denis memasang wajah kecewa. Sejenak Nadira memperhatikan wajah Denis sambil tersenyum, "Gemes banget sih kalau lagi ngambek." Nadira mengusap pelipis Denis dan berakhir dengan mencubit pipinya dengan cukup keras hingga Denis merintih kesakitan. "Sakit," Denis mengusap pipi yang terasa sakit akibat cubitan Nadira. "Sebagai gantinya, bubur harus habis dan tidak boleh ada yang tersisa." Lanjut Denis dan kembali menyodorkan sendok berisi bubur pada Nadira. Kali ini tanpa rengekan dan penolakan lagi, Nadira melahap bubur