"Sejauh ini Nadira sudah sangat luar biasa. Dia mampu bertahan melebihi waktu yang diprediksi." Ucap Revan pada Denis. Mereka berdua tengah duduk di kursi tunggu, tepat di depan kamar Nadira. "Aku kira dia hanya mampu bertahan tidak lebih dari tiga hari. Rupanya sampai hari ini, hari ke lima ia masih bertahan." Lanjut Revan. Denis menghela lemah, sambil meletakan kopi hitam yang menjadi sahabat baiknya untuk beberapa hari terakhir. "Meskipun kondisinya tidak ada perubahan." Ucapnya pelan. "Aku tidak tau sampai kapan dia bisa bertahan. Aku hanya berharap segera menemukan pendonor yang tepat untuknya." Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Denis mulai resah dan putus asa. Pasalnya beberapa hari ini dia dan juga keluarga Nadira berusaha mencari pendonor yang tepat untuk Nadira, namu