Bab 35. Bravy

1050 Kata

"Pergi kau, Dokter Kevin." Amanda segera menutup mulut dengan tangan kirinya. "Maaf, aku lupa kalau kamu suda bukan dokter lagi." Kevin tidak bergerak beberapa detik setelah kalimat terakhir Amanda jatuh menimpa harga dirinya. Namun sesuatu di dalam dirinya akhirnya pecah. Kedua kakinya melangkah maju dengan cepat. Tangannya langsung terangkat dan jari-jari Kevin mencengkeram leher Amanda dengan kuat. “Sialan kamu!” geramnya. Amanda terhuyung setengah langkah ke belakang karena dorongan itu. Punggungnya hampir membentur pintu kayu besar di belakangnya. Kevin menekan lebih kuat. “Berani-beraninya kamu melakukan semua ini di belakangku!” Leher Amanda terasa ngilu. Napasnya sempat tertahan oleh tekanan tangan Kevin yang kuat itu. Namun anehnya, dari sudut bibirnya sebuah senyuman tipis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN