11. Demi Sesuap Nasi.

1708 Kata

Nurul menghitung sampai sepuluh saat mendorong pintu dapur. Saat ia masuk dan kembali menutup pintu, dalam sekejap semua kepala menoleh. "Ya Allah, Chef Nurul!" Zahwa langsung mendekat diikuti oleh David. "Chef, kenapa?" tanya keduanya ngeri. Beberapa chef lain ikut mendekat, bahkan yang biasanya acuh pun kini tak bisa menyembunyikan rasa kaget mereka. "Semalam sepulang kerja... saya dibegal," kata Nurul singkat. Ia juga tersenyum kecil, berusaha terlihat santai. "Hah, dibegal?" Zahwa refleks menutup mulutnya. Lalu mengamati keadaan Nurul. Ia mendesis ngeri melihat keadaan Nurul yang babak belur. "Tapi Chef nggak apa-apa kan?" tanya David ngeri sambil menyentuh takut-takut, perban di tangan Nurul. "Nggak apa-apa gimana? Matamu katarak ya, Vid? Kamu nggak lihat Chef Nurul babak bel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN