PART. 52 HARI BAHAGIA

1152 Kata

Zul dan Zulfa pergi ke sebuah rumah makan untuk makan malam, setelah memarkir mobil, mereka berdua masuk ke dalam rumah makan, dengan jemari saling bergenggaman. Mereka duduk berhadapan, dengan satu meja sebagai pembatas mereka. Zulfa mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah makan, setelah ia selesai memilih menu makanan. "Pi," panggil Zulfa. "Hmmm," Zul menatap istrinya. "Itu Pak Budi bukan, Pi?" Zulfa menunjuk dengan matanya, seorang pria seumuran Zul. Zul mengikuti arah pandangan istrinya. "Iya benar, itu Budi, dengan siapa ya?" "Anaknya barangkali, Pi" "Anak Budi, dua orang laki-laki semua, Mi. Yang sulung masih kuliah, dan ikut orang tua almarhumah istri Budi di Surabaya, yang bungsu masih SMA, ikut orang tua Budi di Bandung." "Hmmm, Mami kok merasa seperti sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN