Kehamilan Zulfa yang kedua jauh berbeda dari kehamilannya yang pertama. Karena yang ngidam bukan lagi Zulfa, tapi Zul, suaminya. Zulfa sekarang yang harus extra sabar menghadapi ngidam suaminya. Kalau dulu, ia yang selalu ingin tidur di atas pangkuan Zul di setiap pagi. Maka kali ini, Zul yang setiap pagi ingin bermanja dengan mulut mengulum ujung dadanya, meski hanya sebentar saja, sebelum suaminya itu pergi bekerja. Bahkan terkadang, Zul melakukannya sambil mengancing kemejanya, karena Zulfa juga harus membagi perhatian dengan kedua buah hati mereka. Sedang Zulfa sendiri, tidak mengalami ngidam sedikitpun, semua seperti biasanya saja, kehamilan yang jauh lebih mudah dari kehamilan pertamanya. Kehamilannya berjalan dengan lancar, bahkan sampai persalinan, tidak ada masalah yang bera