Malam harinya, anak-anak sudah ditidurkan Zul. Sementara Zulfa membereskan dapur, karena ART mereka tidak menginap, hanya datang pagi hari, pulang di sore hari. "Ada yang bisa di bantu, Mi?" Zul berdiri di samping Zulfa yang tengah mencuci perabotan bekas makan malam. "Pijitin bahu Mami saja Pi" Zul meletakan kedua telapak tangannya di atas bahu Zulfa, lalu ia pijit perlahan bahu istrinya. "Ehmmm, enak Pi" "Papi haus Mi" Zul menghentikan pijatannya, dilingkarkan kedua tangan di perut Zulfa. Kepalanya di letakan di atas bahu Zulfa. "Papi ingin minum apa?" "s**u cap nyonya Zulfa," bisik Zul, Zulfa menolehkan kepalanya, puncak hidungnya menyentuh pipi suaminya. "Papi ketulah Mami nih, ngatain Mami lanji, nah sekalinya wayah ini Papi umpatan lanji jua, (ngatain Mami m***m, nah sek