Kurang lebih dua tahun kemudian. Zulfa, Zul, dan kedua anaknya duduk santai menikmati sore hari di teras rumah mereka. Ari ada di pangkuan Zul, Ara ada di pangkuan Zulfa. Anak-anak sedang diajarkan nama-nama benda di sekitar mereka. Sebuah mobil berhenti di depan rumah, dua bocah itu langsung turun dari pangkuan orang tua mereka, dan berlari menyambut orang-orang yang ke luar dari dalam mobil. "Acil halus, Amang halus!" dua bocah usia lima tahun ke luar dari mobil, menyambut om dan tante kecil mereka, mereka tertawa gembira. Adrian dan Devita, ikut ke luar dari mobil. "Kai, nini anum," Empat bocah itu berlarian berlomba untuk mendekati Zul, dan Zulfa. "Jangan lari-lari Sayang!" seru Zulfa yang merasa cemas, putra putri, dan cucu-cucunya terjatuh. Adam dan Adara mencium punggu