Sepanjang jalan menuju apartemen, Sabrina terus menangis karena merasa malu dan tidak terima dengan sikap Aina dan si kembar yang menurutnya sangat keterlaluan sekali. Angga bingung sekali harus melakukan apa karena ini adalah pertama kalinya ia melihat Sabrina benar-benar menangis seakan-akan dirinya itu benar-benar sakit hatinya. Memilih diam agar tidak ada perkataannya yang akan menyakiti wanita itu, sebab hati ibu hamil itu sangat sensitif sekali. "Sayang, jangan menangis lagi." Angga akhirnya buka suara setelah lama diam. Ia tak bisa terus-terusan melihat Sabrina menangis, hatinya terasa sakit sekali ketika melihat wanita itu menangis. "Kenapa kamu diam saja? Tak ada satupun pembelaan darimu terhadapku! Apa kau memang tak menyayangi dan mencintaiku?" "Tidak! Aku sungguh sangat men

