Keadaan sekitar mulai ricuh, banyak diantara mereka yang mulai saling berbisik membicarakan Angga dan Sabrina, kedua manusia itu lagi-lagi dipermalukan oleh Aina dan kedua kakaknya. Mereka bertiga seakan tak pernah henti untuk mempermalukan Angga dan Sabrina, begitu pikir kedua sejoli itu. Terlihat sekali kedua sejoli itu menahan rasa malu yang kembali menggerogoti hati. "Diam kamu! Apa tak ada habisnya mempermalukan kami? Hah?" sentak Angga. "Mempermalukan? Apa gak salah? Kapan aku mempermalukan kalian? Bukankah kalian sendiri yang mempermalukan diri sendiri? Heum? Ya mempermalukan diri sendiri dengan cara yang hina!" ejek Aina. "Harusnya, sebelum berkata aku mempermalukan kalian, lebih baik berkaca terlebih dahulu! Kalian yang memang ingin dipermalukan! Apa lagi wanita ini!" tunjuk Ai

