Suara adzan subuh terdengar sangat nyaring saat itu, semua orang terbangun untuk melaksanakan shalat subuh. Papi dan Mami pun sama, mereka berdua sudah terbangun untuk menunaikan shalat malam bersama. Sedangkan Angga, ia masih menyelimuti tubuhnya karena merasakan dingin yang luar biasa di seluruh tubuhnya. Namun, tiba-tiba ia juga merasakan panas seperti orang terbakar. Selimut tebalnya terlempar begitu saja dan tubuhnya berguling kesana kemari. Suhu tubuhnya panas namun ia merasakan dingin. Setiap alunan suara adzan berkumandang, ia selalu merasakan panas. "Panas! Panas! Argh!" "Sabrina, tolong aku, Sayang! Panas!" Angga terus berteriak panas dengan tubuhnya terguling kesana dan kemari. Ia tak mampu lagi menahan panas yang mendera tubuhnya, lelaki itu berusaha turun dari ranjang dan

