Kejadian tadi pagi sungguh membuat ketar-ketir, Mami merasa takut jika terjadi sesuatu lagi pada Angga seperti tadi pagi, bahkan takut lebih parah dari itu. Sebenarnya, Mami memang merasa curiga ditambah lagi dengan ucapan Papi yang membuat kecurigaannya semakin mendalam tapi tak ingin terlalu jauh berpikir, lebih baik melihat buktinya siang ini. Soalnya, tadi pagi Angga berkelakuan aneh saat adzan subuh berkumandang, setelah itu keadaannya membaik lagi. Bahkan bisa sarapan bersama dan terlibat obrolan ringan, hanya saja lelaki itu sering kali terlihat melamun. Beberapa kali diajak ngobrol pun jawabannya ngelantur, kecurigaan Papi sudah sempurna tapi Mami belum. Angga sudah kembali ke kamarnya dan belum keluar kamar lagi sejak tadi pagi, ada rasa khawatir yang menjalar di hati Mami tapi t

