Adzan subuh berkumandang, Mami dan Papi sebelumnya sudah terbangun dan langsung waspada ketika mendengar suara adzan. Keduanya keluar kamar dan berniat menuju kamar Angga, ternyata mereka berdua bertemu dengan Bibi juga yang akan ke kamar Angga untuk memastikan kali ini Angga tetap seperti kemarin, tenang dan damai karena sudah mengkonsumsi air doa yang diberikan oleh Ustadz Azam. Mereka bertiga melangkahkan kaki dengan hati yang penuh kecemasan. Mami terlihat sekali gelisah dan gundah, memainkan jari-jarinya menandakan bahwa dirinya sedang gelisah. Sedangkan Papi, terlihat cukup sangat tenang untuk menghadapi pagi ini. Belum ada pikiran untuk ke depannya Angga harus seperti apa dan bagaimana. Yang jelas, Papi ingin memastikan terlebih dahulu, yang dicurigai olehnya itu benar atau tidak.

