Pengobatan

1790 Kata

Setelah Dokter Santi pergi, Papi kembali duduk sambil menatap wajah sang istri yang tak sadarkan diri dengan perban dikepalanya. Ia menyayangkan sikapnya yang tadi secara tiba-tiba langsung membuka pintu tanpa berpikir panjang dan mengatur strategi. Memang, ini adalah sebuah kecelakaan dan tidak bisa dicegah, tapi sayangnya ia tak berhati-hati hingga membuat sang istri menjadi korban dari ulah anak lelakinya itu. Papi meraup wajah kasar, ia merasa sangat lelah sekali sebab Angga seakan tiada hentinya membuat ulah. Selalu saja ada masalah-masalah baru yang ia timbulkan tanpa dipikir panjang terlebih dahulu akibatnya. Masalah satu belum selesai, ia sudah memupuk kembali dengan masalah yang baru. Di dalam lubuk hatinya yang paling terdalam, merasa bersyukur karena Aina sudah terlepas dari An

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN