Aina dan kedua kakaknya sibuk bersiap sambil bergosip santai. Menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat ini namun hanya sebatas apa yang diketahui olehnya saja, tidak terlalu dalam ikut campur karena tahu batasan juga. Memang ya, gosip apapun semakin di gosok semakin sip hehehe. Padahal, mereka harus segera berangkat karena telah ditunggu oleh Ayah dan Ibu dibawah namun masih terus saja berceloteh ria. Hingga obrolan mereka terhenti saat Ama mengambil keputusan apa yang sebenarnya terjadi setelah mendengar ceritanya dari Aina. "Jangan-jangan, kali ini Angga di santet?" "Hush! Jangan ngaco kamu, Ama! Bisa-bisanya bicara ngaco begitu." "Loh bisa saja 'kan, Kak! Semua tanda-tanda yang diceritakan oleh Aina memang ada mengarah kesana! Tapi ya memang belum tentu juga, sih," jawabnya polo

