Si kembar bergegas kembali ke ruang tamu dan menyampaikan bahwa Aina sudah tertidur pulang. Vian yang sebelumnya tersenyum lebar dan bahagia mendadak sendu dan muram. Ia merasa bahwa kedatangannya memang tak diinginkan. Bagus dong kalau merasa, ya kalau bisa sadar diri dan jangan cuman merasa saja, tapi sayangnya lelaki itu seakan tutup mata akan kenyataan yang ada ini. "Maaf Vian, Ai sudah istirahat rupanya," ucap Ibu merasa tidak enak karena lelaki itu sudah datang dengan membawa banyak sekali bungkusan dan menunggu lama Aina datang eh malah tak ada hasil. "Iya gak pa-pa, Bu. Vian yang salah karena datang tidak tepat pada waktunya. Aina pasti sangat lelah makanya langsung tidur." "Iya, tadi kita habis jalan-jalan bertemu dengan Angga. Apih dari anak mereka," jawab Ayah sengaja mengomp

