Vian yang saat itu posisinya sedang menyandarkan tubuhnya tiba-tiba langsung tegak dan membusungkan tubuhnya kedepan lalu menatap lekat Sabrina. Vian agak tergelitik dengan tawaran yang diberikan oleh Sabrina tapi ia jug penasaran, tawaran seperti apa yang diberikan oleh Sabrina. Vian menatap sekitar mereka, rupanya posisi mereka agak cukup jauh dari keramaian dan beberapa meja kosong. Vian merasa wajib untuk memastikan keadaan sekitar terlebih dahulu. Ia merasa khawatir jika sampai ada orang yang mengenal mereka berdua dan menguping pembicaraan mereka yang sudah mulai ke arah hal licik. Sabrina juga rupanya mengikuti kemana arah gerak mata Vian, ia pun ikut memastikan keadaan sekitar dan keduanya kembali menatap satu sama lainnya. "Gimana?" tanya Sabrina. "Gimana apanya, Sab!" jawab Vi

