Sudah dua hari ini Aina merasa cemas dan gelisah. Ia masih memikirkan teror yang sempat mengganggu pikirannya kemarin. Memang, hingga saat ini tidak terjadi sesuatu tapi ia juga belum merasa tenang karena khawatir jika tiba-tiba peneror itu datang dan berbuat hal diluar dugaan Aina. Ia merasa bimbang, antara menceritakan semuanya pada keluarga atau tidak. Aina mencoba tenang dan berpikir bahwa ini hanya sebuah ancaman belaka tanpa didasari dengan perbuatan buruk tapi tetap saja hati kecilnya itu tidak merasa tenang. Semakin besar usia kandungan semakin membuatnya merasa cemas setiap waktu. Ada saja kejadian-kejadian yang membuatnya tak bisa berpikir jernih. Wajar, karena ini adalah kehamilan ketiga setelah dulu dua kali keguguran karena pelakor yang memang banyak niat buruk padanya. Dan

