Angga dan Aina sibuk menata hati mereka yang saat ini sedang tak karu-karuan. Keduanya seakan bingung setelah ini akan bersikap seperti apa dan bagaimana. Angga menatap tulus Aina, begitu pun sebaliknya. Rasa canggung mulai tertanam di antara keduanya. Aina paling tak suka jika ada obrolan meninggal. Entahlah, ia merasa sangat takut sekali jika kehilangan untuk selamanya. Menurutnya, lebih baik berpisah di dunia karena suatu saat nanti akan bisa bertemu kembali, daripada berpisah alam. Itu sudah tidak akan pernah bisa untuk bertegur sapa lagi. Jangankan bertegur sapa, untuk bertemu secara tidak sengaja saja tidak akan pernah mungkin terjadi. "Mas, jangan bicara seperti itu." Akhirnya, Aina buka suara setelah beberapa saat terdiam, terpaku dan terhenyak karena kalimat Angga yang sebelumny

