Tujuh Bulan

2203 Kata

Mami menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, ia menatap wajah Angga yang tiba-tiba berubah menjadi sendu. Mami paham betul perasaan Angga saat ini seperti apa dan bagaimana. Ya benar, dia memang salah bahkan terlalu banyak kesalahannya itu sampai-sampai belum tentu orang lain bisa memaafkannya, terlebih itu Aina. Mami, tidak bisa menyalahkan Angga secara keseluruhan mengenai kejadian-kejadian kemarin sebab posisinya Angga juga tak sadar ketika saat itu. Tapi, Mami pun paham betul bagaimana perasaan Aina. Wanita itu sudah sangat amat menderita. Entah sudah berapa banyak air mata yang jatuh membahasi pipi, entah sudah berapa lama ia harus bangkit dari sebuah keterpurukan, entah sudah berapa lama ia harus tetap dalam keadaan baik-baik saja di hadapan banyak orang. Mami pun ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN