Aina mulai melepaskan pandangannya dari wajah Angga dan mengedarkan pandangan, memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik. Aina juga memperhatikan siapa-siapa ssja orang yang datang, baik itu tetangga, teman dan keluarga. Vian walaupun sudah diberitahu oleh Mama masih saja tetap ngeyel, ia terus menatap Aina dari jauh. Melihat Aina mengedarkan pandangan membuat Vian yang tadinya kesal dan cemberut menjadi tersenyum karena ada harapan untuk dilirik oleh Aina. Vian masih menunggu giliran agar Aina menatap ke arahnya dan benar saja tak lama, wanita hamil itu mengedarkan pandangannya ke arah Vian dan Mamanya. Vian tersenyum bahagia saat matanya dengan Aina bertemu. Ada rasa bahagia saat Aina menatapnya dengan sorot mata yang lembut dan menenangkan. Hati dan jiwa Vian merasa tenang karena

