Acara tujuh bulanan berjalan dengan lancar bahkan sangat khidmat sekali. Terasa sekali sakralnya, semua orang merasa haru karena hari bahagia ini. Aina dan Angga bekerjasama saat berjalannya acara. Angga benar-benar menunjukkan dirinya sudah lebih baik. Ia menunjukkan bahwa bisa menjadi Ayah dan suami yang baik, walaupun kenyataannya sudah menjadi mantan tapi mereka tetap orang tua yang baik untuk anak-anak yang baik juga. Vian selama acara menahan amarah yang sangat luar biasa. Namun, ia hanya bisa menahannya saja tanpa mampu melontarkan. Hatinya sedih dan bergemuruh melihat kemesraan Angga dan Aina. Beberapa membuang muka karena tidak ingin melihat sebuah kemesraan yang tentunya sangat menyesakkan dadanya. Mama Vian hanya mampu menenangkan anaknya saja dan mengusap lembut punggung Vian

