Sabrina Nekad

1017 Kata

Wanita hamil itu bersemu merah saat dipuji oleh Angga. Rasanya, sudah lama sekali ia tak mendengar sebuah pujian yang cukup membuat hati bahagia. Terakhir kali ia mendengar sebuah kata indah berupa pujian itu sudah sangat cukup lama sekali. Kira-kira empat bulan yang lalu, saat awal-awal kehamilan yang penuh dengan drama tapi selalu diiringi dengan kebahagiaan. Tidak ada salahnya bukan jika merasa rindu? Apalagi pada sikap seseorang yang sampai saat ini masih bersemayam dihatinya, namun untuk melangkah lebih dari rasa rindu, terlalu banyak sekali keraguan di dalamnya. Untuk sekarang, dalam pikiran Aina adalah lebih baik seperti sekarang ini dulu agar tak ada lagi hati yang terluka. Tidak dirinya, tidak Angga dan juga tidak Sabrina. Memilih untuk tetap dalam posisi seperti ini demi kebaika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN