Sabrina melangkah maju dan ingin memeluk Angga, tapi lelaki itu mundur beberapa langkah. Ia merasa jijik bertemu kembali dengan wanita itu. Tangannya mengarah ke Sabrina. "Stop!" sentaknya. "Kenapa? Aku merindukanmu!" "Jangan melangkah lagi! Aku jijik melihatmu!" "A-apa!" pekik Sabrina tak percaya. "Aku merindukanmu, Angga!" "Aku tak peduli akan hal itu! Kau adalah benalu gatal yang membuat hidupku jadi berantakan, Sabrina!" "Tidak, Angga! Kenapa kamu bicara seperti itu! Aku tidak pernah membuat hidupmu berantakan! Aku justru sangat menyayangi dan mencintai kamu! Aku ingin kita hidup bersama!" "Berhenti bicara omong kosong! Kamu itu terlalu banyak mimpi, Sab! Kamu mengacaukan semua hidupku dan keluarga kecilku! Kau menghalalkan segala cara untuk berbuat curang dan masih berani data

