Alika masih duduk termangu di ranjang sudah hampir 15 menit yang lalu. Ia masih mencerna apa yang terjadi kepada dirinya pagi ini. Dan itu benar-benar membuatnya masih mencoba mencerna apa yang terjadi. Sesekali ia memegang bibirnya yang bengkak akibat ciuman yang panas dan dalam. Tak hanya sekali ia merasakan ciuman yang panas tapi 2 kali. Bayangkan saja ciuman pertama seharusnya berkesan dan dilakukan dengan orang yang kita cintai diambil paksa oleh orang yang tak ia kenal sama sekali. Dan bodohnya Alika tak bisa menolak ciuman itu karena tubuhnya melawan apa yang ia inginkan. Maka dari itu Alika benar-benar tak bisa berkata apa-apa saat ini. "Kamu bodoh Alika," ucapnya kesal. Alika mengacak-acak rambutnya asal karena mengingat apa yang terjadi hari ini. "Alika, kamu harus melupaka