Mereka berciuman dengan tergesa, lebih tepatnya Keandre yang begitu bernafsu pada kekasihnya itu. Sudah lama mereka tidak melakukan hal ini, dan Keandre seolah ingin membalas semua kerinduan yang tertahan selama masa penyembuhan. Ciumannya dalam, menuntut, membuat Alena sampai terengah-engah mencari udara. Keandre memegang tengkuk Alena erat, memiringkan kepala untuk memperdalam tautan bibir mereka. Alena merasakan dadanya berdebar hebat, bukan sepenuhnya karena gairah, melainkan karena perpaduan ketegangan, rasa bersalah, dan kehangatan yang dipaksakan. Ia mencoba merespons, namun pikirannya terasa berkabut. Ciuman Keandre kemudian turun ke leher gadis itu. Keandre mulai memberikan gigitan-gigitan kecil, ingin menandai, tapi segera dicegah Alena. "Jangan, Babe. Nanti Mama sama Papa c

