Bab 33 - Terganggu Banyak Hal

1499 Kata

Di ruang kerja Darren pagi ini, suasananya lebih sunyi dari biasanya. Meja kerja tertata rapi, tirai terbuka separuh, dan cahaya matahari masuk menyisiri lantai kayu yang mengilap. Namun ketenangan ruangan itu tidak sejalan dengan suasana hati dua pria di dalamnya. Tuan Wibisono duduk di sofa kulit hitam, menelusuri laporan-laporan dengan teliti. Sesekali ia hanya berdeham kecil, lalu mengangguk. Ia mengambil satu dokumen lainnya, menelaah angka-angka di dalamnya sebelum meletakkannya kembali ke meja kopi. Gerakannya teratur, penuh wibawa, seolah setiap kertas di depannya adalah bagian dari denyut nadi keluarga mereka. Darren duduk di seberang, dengan punggung sedikit tegak namun wajahnya menerawang. Matanya sesekali jatuh pada map yang terbuka di atas meja, tapi pikirannya melayang ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN