"Iya, aku bosen sama dia, tapi nggak sampai pengen putus juga." Ucapan itu keluar begitu saja dari mulut Keandre, terdengar jujur sekaligus sembrono. Sonya yang tadinya masih santai rebahan langsung menurunkan kakinya. Ia menatap Keandre lama, napasnya mulai berat. Tanpa mengatakan apa pun, ia bangkit dari sofa dengan gerakan kasar, mengambil tas tangan yang tadi ia letakkan sembarangan di meja kecil. "Maksud kamu apa?" suara Sonya meninggi sedikit, bukan berteriak, tapi penuh kekecewaan. "Jadi selama ini hubungan kita cuma pelampiasan kamu?" Keandre mengangkat tangan, mencoba menenangkan, tapi wajahnya sendiri bingung dengan kalimat yang ia ucapkan barusan. "Bukan gitu. Aku cuma bilang aku sama Alena belum sampe tahap mau putus. Hubungan kita berdua... ya jalan aja dulu. Gimana ya, aku

