58. Seserahan

1341 Kata

Malam harinya, Danu tidak membuang banyak waktu lagi, dia segera menemui Abiyaksa. Kenyataannya, mendapatkan izin untuk bertemu tidak semudah itu, mertua lelakinya itu sepertinya sengaja untuk menghindar. Setelah banyak perjuangan dan permohonan yang dia ajukan, barulah Danu berhasil masuk ke ruang kerjanya. Di ruangan itu, terdapat meja kerja yang berada di sudut tengah, sementara di depan meja kerja itu terdapat dua sofa besar yang saling berhadapan. Danu berdiri tepat di celah antara meja kerja dan sofa. Selama dia ada di sana, selama itu juga Abiyaksa mengabaikan keadaannya seolah-olah dia hanya angin. "Om, Om tau saya nggak akan pergi sebelum saya dapat restu dari Om. Dan saya serius dengan ucapan saya." Danu mencoba mencairkan suasana beku itu lagi. Abiyaksa membuka kertas dokumen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN