"Aku mau lagi," ucapnya entah kepada siapa. Fajar dari tadi bersikap cuek padanya. Tidak tertarik menjawab komentar Raya. Raya menjadi kesal, penjual masih asik dengan wajan dan minyak panas di hadapannya. Raya berdiri mendekati keranjang yang dibuat dari anyaman bambu untuk meniriskan bakwan yang habis digoreng, keranjang itu sudah kosong kerena gorengannya terjual habis. "Masih lama, Bu?" Raya mengintip sedikit ke dalam. "Sebentar lagi." Raya akhirnya duduk di samping Fajar, menghadapi Fajar yang begini lebih sulit dari pada Fajar dengan mulut tajamnya. "Dimana ini?" Raya mengamati pemandangan sekitar, rumah penduduk belum begitu banyak, lahan lahan gambut dan kebun sawit yang baru di tanam terhampar seluas luas mata memandang. "Masuk Muaro Bungo" "Hmmm...." Raya kehabisan topik.

