SYASA. 19 PASTI BISA

1659 Kata

Setelah shalat subuh, Syasa kembali naik ke atas tempat tidur, sedang Aryan menelpon uminya, untuk memberitahu kabar gembira tentang kehamilan Syasa. "Alhamdulillah, Umi bahagia sekali mendengarnya. Syasa mana?" "Dia mengantuk terus, Umi. Tidak mau jauh dari kasur, dan bantal. Tidak mau jauh dari aku. Jadi mulai hari ini, aku bekerja dari rumah saja, sampai ngidamnya itu selesai. Biasanya sampai berapa bulan begitu, Umi?" "Kalau ngidam itu biasanya awal-awal kehamilan saja. Kamu harus sabar, Syasa itu sudah manja dari sananya, mungkin manjanya akan bertambah saat ngidam begini. Dia masih sangat muda, Aryan. Kamu harus sabar, dan memahami dia. Seiring waktu, dia pasti akan dewasa nantinya." Panjang lebar, Aisah memberi nasehat pada putranya. "Iya, Umi." "Masalah dengan selebgram itu, b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN