Aryan menatap putrinya. Ia terkejut, karena Nana masih mengenali Eric, padahal lama sekali tidak bertemu. "Eh, Nana masih ingat dengan Om Eric, padahal lama sekali tidak pernah bertemu." "Mereka baru saja bertemu tadi, Ayah" Syasa yang menjawab. "Dimana?" "Di rumah makan." "Jadi Nana sudah makan, ini kenapa minta dibawakan makan?" "Aduh, Ayah. Duduk dulu. Eric silakan duduk." Syasa mengambil bungkusan dari tangan Aryan, dan mempersilakan Eric untuk duduk. Aryan, dan Eric duduk di sofa panjang. Nana duduk di hadapan mereka. Syasa ke luar untuk meminta alat makan pada karyawannya. "Kalian sudah sering bertemu? Nana tidak pernah bercerita sebelumnya." "Baru dua kali, Ayah. Nana juga tidak tahu kalau dia Om Eric anaknya Opa Erlan. Baru tahu dari bunda tadi." "Eric, tahu kalau Nana a