Nana sedang duduk makan di restoran bersama dua orang temannya. Ia merasa terganggu dengan tatapan seorang pria bule, yang tertuju lekat padanya. Akhirnya Nana tak tahan juga, didekati pria bule itu. Pria itu terkejut karena Nana berdiri di hadapannya. Menatap dengan sorot marah di mata. Pria itu berdiri dari duduknya. Bola matanya yang biru menyorot lembut pada Nana. Nana tak pasti, apakah mata biru itu asli, atau tidak, karena kulit si pria terlihat tak seputih bule pada umumnya. "Dari tadi anda menatap saya terus. Ada apa? Ada yang salah dengan wajah saya? Ada yang salah dengan pakaian saya?" cecar Nana dengan bahasa Inggris, karena rasa kesal di dalam hati. "Maaf, saya tidak mengerti maksud anda." Pria itu bicara dengan bahasa Indonesia. "Jangan terus menatap saya, paham!?" Mat