Ancaman

1621 Kata

Arletta yang baru saja selesai mandi denan cepat memakai pakaiannya asal. Rambutnya masih saja basah ketika wanita itu berjalan dengan cepat keluar dari kamar ingin membuka pintu. Ada seseorang yang datang dan Arletta tahu itu bukan Ibra. Pria itu pergi sebentar untuk membeli sarapan untuk mereka. Ibra bisa masuk sendiri tanpa harus menekan bel. Arletta jadi penasarn dengan tamu yang datang. “Hai,” sapa Anastasya. “Hai, bagaimana tahu alamatku?” tanya Arletta bingung. “Kenapa tidak menghubungiku terlebih dahulu?” tanya Arletta lagi membuat Anastasya tersenyum. “Apa aku tak boleh masuk dear?” tanya Anastasya lembut membuat Arletta akhirnya sadar. Wanita itu langsung saja mempersilahkan Anastasya masuk. “Mau minum apa?” tanya Arletta ramah. “Apa saja dear,” jawab Anastasya. Wanita paruh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN