"Tak ada yang sejenaka dan sepedih hati seorang wanita. Setengahnya terbuat dari canda tawa. Setengahnya lagi dari tangis air mata. ---- Ashraf berusaha untuk terus menjaga kewarasan otaknya ketika menunggu Chava menjalani observasi. Alissa sendiri terlihat baru sepuluh menit yang lalu memasuki ruangan. Wanita itu rela tengah malam buta kembali ke rumah sakit demi menangani sendiri proses persalinan sepupu iparnya. Sambil terus menunggu, Ashraf tak lupa untuk terus memanjatkan doa. Berharap Chava dan calon bayi di dalam perutnya selalu dalam lindungan Tuhan. Bisa gila dirinya kalau terjadi sesuatu pada mereka berdua. Total hampir 30 menit menunggu, barulah datang seorang perawat menghampiri Ashraf. Memintanya untuk segera masuk menemui Chava dan Alissa di ruang persalinan. "Gimana kea