51. Sudah Waktunya

2112 Kata

"Semoga disembuhkan apa yang sakit. Dilegakan mana yang perih. Dilapangkan ruang yang sempit. Dimaniskan setiap yang pahit." ---- "Nggak mau tau! Pokoknya, aku masih mau disayang-sayang sama kamu!" Sudah tidak terhitung Chava merengek. Ia bahkan tidak mau melepaskan sedetik pun pelukannya dari tubuh Ashraf. Berharap sekali pria itu pagi ini menemaninya di rumah, alih-alih turun bekerja. Memasuki kehamilan sembilan bulan, Chava memang semakin manja. Apa yang wanita itu pinta harus segera dikabulkan. Tidak ada satu pun perintahnya yang boleh dibantah. Tapi, kalau tidak masuk akal, tetap saja Ashraf akan menolak dengan tegas. Bukan cuma manja, rasa cemburu berlebihan yang wanita itu tunjukkan juga belum sirna. Bahkan, pernah suatu hari Ashraf harus menerima protes keras ketika Chava yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN