David menghentikan mobilnya di halaman kampus. Dilla melepas safety belt, lalu ingin membuka pintu, tapi tangan David menahannya. David meraih dagu Dilla. Cup. Cup. Dikecupnya bibir, dan kening Dilla sekilas. "Hati-hati ya, Sayang. Telepon aku kalau mau pulang, dan ingat kalau melihat Kris hindari untuk bertemu dia. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu, I love you, Sayang," kata David pelan. Dilla hanya mengangguk, lalu meraih tangan David untuk dicium punggung tangannya. "Assalamuallaikum," pamit Dilla. "Waalaikum salam," jawab David. David menjalankan lagi mobilnya, ia tidak tahu ada dua buah mobil yang mengikuti di belakangnya, sejak ia keluar dari halaman kampus Dilla. Saat berada di jalan yang agak sepi, kedua mobil itu memepet mobil David. David menghentikan mobilnya. Ada e